Home > Dinar dan Dirham > Perbandingan Investasi Deposito, Saham, Reksadana, dan Dinar

Perbandingan Investasi Deposito, Saham, Reksadana, dan Dinar

Gerai Dinar Investment Guide

Terkait dengan tulisan saya pada pertengahan bulan ini mengenai positioning Gerai Dinar yaitu memperkenalkan Dinar sebagai alat Investasi dan Proteksi Nilai – selain sebagai ‘uang’ dalam pengertian yang luas tentunya, maka kali ini saya ingin berbagi pandangan dan pengalaman mengenai bagaimana sih posisi Dinar dibandingkan dengan alat investasi yang lain ?.

investment Guide

Perbandingan Deposito-Saham-Reksadana-Dinar

Karena tulisan ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman pribadi saya di industri keuangan 20 tahun dan 6 tahun diantaranya di perusahaan publik, maka bisa jadi ini lebih merupakan pengalaman pribadi dibandingkan dengan teori investasi yang proper.

Anyway saya tulis disini barangkali berguna untuk pembaca. Dalam hal investasi saya hanya akan membandingkan Dinar dengan 4 produk yang menjadi pesaing terdekatnya yaitu Deposito, Saham, Reksadana dan Investasi langsung di Sektor Riil. Asumsinya semua yang sesuai syariah – karena yang nggak syariah sudah harus ditinggalkan betapapun menariknya produk tersebut.

Parameter yang saya bandingkan juga saya batasi yang mudah dipahami masyarakat umum yaitu parameter hasil investasi, risiko, tingkat kesulitan, proteksi nilai dan likwiditas. Hasil perbandingan ini dapat dilihat di tabel disamping.

Tingkat Hasil 

Tingkat hasil dibawah 15 % saya kategorikan rendah karena hanya cukup melawan inflasi; dari 15% s/d 50% saya kategorikan sedang dan peluang hasil investasi diatas 50% saya kategorikan tinggi.

Dengan kriteria ini, maka deposito di bank manapun jatuh ke tingkat hasil yang rendah – karena rata-rata hasil depositio tidak cukup untuk mengimbangi inflasi.

Saham, reksadana dan Dinar emas masuk kategori sedang karena investasi di produk-produk ini dapat mencapai hasil yang lumayan menarik. Dinar sendiri dapat memberikan hasil berupa appresiasi nilai terhadap Rupiah rata-rata sebesar lebih dari 30%/ tahun selama 40 tahun terakhir.

Hasil yang masuk kategori tinggi menurut penilaian saya hanya mungkin dicapai oleh investasi di sektor riil. Inilah sebabnya saya mendorong kita semua untuk menggerakkan sektor riil ini. Investasi sektor riil sangat mungkin memberikan hasil diatas 50% – lihat tulisan saya tanggal 24 Desember 2007.

Tingkat Risiko 

Dalam hal tingkat risiko (kemungkinan bangkrut ) investasi di saham dan sektor riil saya kategorikan beresiko tinggi; artinya kalau kita tidak kuasai bener – maka investasi di dua sektor ini bener-bener bisa membuat kita bangkrut.

Deposito dan Dinar Emas sebaliknya merupakan investasi yang risikonya rendah; aman untuk dilakukan oleh orang awam sekalipun.

Reksadana saya kategorikan sedang soalnya meskipun dengan bantuan tangan-tangan yang ahli meminimissasi risiko, investasi reksadana ini dalam beberapa tahun terakhir juga mencatatkan statistik yang tidak sepenuhnya aman.

Tingkat Kesulitan 

Tingkat kesulitan ini sejalan dengan tingkat risiko; Untuk sektor riil misalnya – masuk risiko tinggi dan kesulitan tinggi untuk terjun didalamnya.

Bagi yang bisa mengatasi dengan skills dan pengalamannya, maka kesulitan dan risiko yang tinggi ini tentu akan memberikan peluang hasil yang baik/tinggi – karena tidak banyak yang bisa melakukannya.

Proteksi Nilai 

Ini aspek yang sangat penting dalam investasi tetapi jarang yang memperhatikannya. ,Ambil contoh kejadian tahun 1997/1998. Saat itu saya sudah bekerja 10 tahun dan tentu memiliki tabungan yang lumayan – investasi saya saat itu adalah Deposito dan Saham.

Sampai pertengahan 1997 semuanya berjalan mulus, hasil investasi deposito ok, saham pun ok. 6 bulan sampai 1 tahun berikutnya yang memilukan. Seluruh hasil investasi deposito dan saham menjadi hancur nilainya berkeping-keping karena semua tinggal angka Rupiah – sedangkan Rupiah nilainya hancur menjadi kurang dari seperempatnya.

Disinilah perlunya proteksi nilai itu…; deposito, saham, reksadana dan berbagai produk investasi ‘kertas’ atau ‘janji; yang dinilai dengan mata uang kertas – tidak memiliki proteksi nilai untuk melindungi investor dari kehancuran nilai mata uang yang bersangkutan.

Proteksi Nilai ini otomatis ada di Investasi Dinar/Emas , demikian pula investasi di sektor Riil karena pada umumnya memiliki objek investasi yang sifatnya membawa proteksi nilai (benda riil barang dagangan dlsb nilainya otomatis naik pada saat nilai uang turun).

Likuiditas 

Likwiditas ini menyangkut seberapa mudah kita menarik investasi kita dan mencairkannya menjadi dana yang siap pakai apabila kita membutuhkannya untuk keperluan lain.

Dari aspek ini, investasi sektor riil tentu pada umumnya yang paling sulit dicairkan karena bisa jadi investasi kita berupa pabrik, bahan baku, tanaman yang sedang tumbuh dan lain sebagainya yang tidak serta merta dapat kita uangkan setiap saat.

Deposito sebenarnya relatif mudah cair tetapi karena kemungkinan kita akan terkena penalti apabila menarik deposito sebelum jatuh temponya – maka saya kategorikan sebagai sedang dari sisi likwiditas.

Saham dan Reksadana juga saya masukan kaegori sedang karena belum tentu dana kita bisa cair/dijual setiap saat pada harga yang proper ketika dana kita butuhkan.

Dinar atau Emas selalu mudah dicairkan menjadi uang karena sifat barangnya yang bisa dijual kemana saja. Bisa dijual ke sesama pengguna, bisa dijual ke Gerai Dinar atau perantara penjualannya, bisa dijual ke Logam Mulia – bahkan bisa dijual di toko emas pinggir jalan.

Kesimpulan… 

Dengan perbandingan tersebut, secara kseseluruhan investasi mana yang paling baik ?

Sangat tergantung dari target kita dalam berinvestasi, sikap kita terhadap risiko dan faktor-faktor lain yang tidak sepenuhnya bisa dibandingkan.

Kalau orientasi kita hasil investasi misalnya, maka tidak ada yang lebih baik daripada bisnis di sektor riil . Memang investasi sektor riil ini bukan tanpa kelemahan yaitu antara lain di aspek risiko yang tinggi dan likwiditas yang sering tidak baik – tetapi ini semua bisa diatasi apabila kita memang ada skills yang dibutuhkan.

Aspek lain dari investasi adalah penyebaran risiko – jangan menaruh seluruh telor pada satu keranjang yang sama.

Disclaimer : 
Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

oleh: Muhaimin Iqbal [Geraidinar.com-22 Nov 2008]

  1. jolin
    February 28, 2012 at 12:05 pm

    sangat bagus artikel ini terutama bagi saya yg awam dlm investasi,

  2. February 28, 2012 at 3:52 pm

    Reblogged this on renungankloset.

  3. September 9, 2012 at 10:08 pm

    makasih, saya bisa langsung paham

  4. fei
    December 8, 2012 at 11:49 am

    pak, saya mau tanya
    boleh tahu angka riil data perbandingan untuk tingkat hasil dan resikonya?

  5. February 28, 2014 at 9:57 am

    setiap jenis investasi mempunyai timing, kelebihan dan kekurangan…kalau saya akan lebih menyarankan kolaborasi antara 2 atau lebih jenis investasi..jadi disaat investasi yang satunya kurang baik, maka yang lain bisa menutupi kekurangan investasi tersebut..rasanya kecil kemungkinan selama kita bijak dalam analisis keuangan, setiap investasi akan merugikan kita…kecuali tiba-tiba terjadi pailit negara layaknya 1997/1998. rifki http://www.info-condotel.blogspot.com

  1. October 15, 2011 at 4:10 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: