Home > Dinar dan Dirham > Bisnis Investasi Emas

Bisnis Investasi Emas

Kondisi ekonomi global saat ini boleh dikatakan sedang bergerak membaik meskipun di tahun 2008 sempat amburadul, khususnya amerika. Belum lagi jika melihat jauh ke tahun 1998 dan lebih jauh lagi ke tahun 1965 dimana sanering terjadi di indonesia tercinta.

Kondisi tahun 2008, 1998, dan 1965 membuat orang semakin sadar dan terbelalak betapa uang kertas yang dibanggakan di jaman ini tidak ada apa-apanya. Penulis masih ingat, dalam pelajaran ips kelas 3 sd dulu, bahwa uang kertas diunggul-unggulkan dibanding uang logam. Waktu itu ya percaya saja. Roda berputar, kehidupan bergerak. Sungguh tersesatlah orang yang begitu mempercayainya. Ups, jangan emosi dulu.

Uang fiat (kertas) adalah fatamorgana. Coba dingat-ingat, sepuluh tahun lalu uang seribu rupiah bisa dapet apa saja? Bandingkan dengan sekarang. Itu semua terjadi karena adanya inflasi dan karena uang kertas tidak pantas untuk dihargai. Oleh karenanya, kebanyakan orang baru sadar dengan peristiwa-peristiwa tahun 2008, 1998, dan 1965 itu.

Di ketiga periode itu, orang begitu menyadari pentingnya mempunyai aset yang berharga secara intrinsik. Bukan tulisannya saja. Sebab, semurah apapun orang menilai sehektar tanah, harga barang-barang lain pasti jauh lebih murah. Ini terjadi karena nurani dan naluri manusia masih bekerja. Sehektar tanah tidak mungkin sama harganya dengan sebuah pisang goreng.

Di ketiga periode tadi orang semakin tersadar bahwa penting untuk mempunyai aset seperti tanah, hewan ternak, emas, dan apapun yang intrinsiknya memang berharga. Dan mungkin masih banyak bentuk lain bergantung daerahnya. Dan dari sekian banyak aset berharga tadi, siapapun sepakat jika emas adalah yang paling likuid, paling mudah diuangkan kembali.

Di dunia nyata saat ini, banyak orang mengamankan hartanya dengan wujud mas dalam berbagai rupa. Ada emas batangan, koin, butir, atau perhiasan. Selain emas sebagai fisik, kini banyak juga program-program investasi yang menjadikan emas sebagai komoditi dan juga melibatkan bank sebagai pemodal. Tidak aneh jika ditemui ada orang mencicil beli emas selama 5 tahun ke depan.

Emas dan umat Islam

Sejak Jaman Nabi Muhammad saw, Iislam telah memandang emas sebagai benda berharga. Dan membuat rujukan nilai apapun dengan emas berupa dinar. Besar zakat, ukuran nishab, denda hukuman, hingga harga hewan yang dijadikan tunggangan.

Dalam alquran disebutkan bahwa emas tidak boleh ditimbun sehingga semua orang bisa merasakan memiliki emas. Walaupun dengan jumlah berbeda-beda setiap orang. Dengan demikian, tidak perlu lagi orang berduyun-duyun menimbun emas dalam SDB (safety deposit  box)di bank-bank. Sudah seharusnya emas menjadi patokan setiap perniagaan karena nilainya yang stabil dari masa ke masa.

Saat ini, banyak bermunculan program investasi berbasis emas. Sebut saja wakala nusantara dengan dinar fisik, geraidinar dengan dinar fisik dan mdinar, logam mulia dengan emas batangan dan butir, dan berkebun emas yang juga menggunakan emas batangan.

Jika melihat fisiknya saja, memang tidak ada bedanya kecuali hanya kadar dan bentuknya sja. Keempatnya akan berbeda jika dilandaskan pada dasar-dasar muamalah islami. Dalam bermuamalah khusunya perniagaan, unsur yang harus dipegang kuat adalah harus jujur tidak ada penipuan (gharar), tidak ada spekulasi, dan harus saling ridha tidak ada yang merasa rugi atau dirugikan.

Untuk membuat perbandingan, berikut deskripsi singkat masing-masing program investasi tersebut:

1. Wakala nusantara. Produk utamanya adalah dinar emas. Bentuk fisiknya mengikuti standard khalifah umar idb khatab yaitu emas 22 karat dan berat 4,25 gram. Nilai tukarnya mengikuti harga emas dunia. Selain itu, ada forum antar member wakala untuk bertransaksi menggunakan dinar. Tentang gambar, tidak ada standardnya. Nilai tukarnya selalu mengikuti emas dunia. Sehingga nilai rupiah untuk satu dinar saat ini bisa berbeda dengan lima tahun ke depan.

2.Geraidinar. Hampir sama dengan wakala, geraidinar mempunyai produk utama koin emas dengan standard khalifah umar ibn khatab. Nilai tukarnya mengikuti harga emas dunia. Hanya gambarnya yang berbeda. Keduanya (geraidinar dan wakala), dinarnya dicetak oleh logam mulia.

Selain bentuk fisik, geraidinar membuat terobosan dengan program mdinar sehingga berinvestasi emas tidak lagi berat. Dengan mdinar, seseorang tidak perlu memiliki uang senilai satu dinar untuk memiliki dinar. Melainkan bisa sedikit demi sedikit sesuai ukuran kantong. Artinya, orang tadi bisa menukarkan rupiah dengan pecahan dinar, semisal 0,15 dinar. Tentunya nilai tukar mengikuti perkembangan harga emas dunia.

Selain kepraktisan tadi, mdinar bisa ditransfer online ke rekening bank tertentu, konfirmasi transfer, dan saldo tabungan mdinar bertambah. Jangan khawatir, insyaallah tidak ada penipuan karena setiap angka yang tercatat benar2 di backup dengan dinar fisik. Kan tidak hanya seorang yang nabung.

Selain tabungan dinar online, geraidinar juga menyalurkan tabungan tadi untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan dinar sebagai basis hitungan akuntansinya.

3.Emas batangan. Logam mulia menjual emas batangan dengan ukuran terkecil 5 gram. Semakin banyak seseorang mempunyai emas batangan, maka dia harus mencari tempat untuk mengamankan. Bisa di rumah sendiri atau menggunakan bank yang menyediakan jasa penitipan emas memakai safety deposit box (sdb). Koq seperti nimbun emas ya?

4.Berkebun emas. Konsepnya menggunakan emas batangan. Yang berbeda adalah sistemnya. Kalau anda bisa mencicil motor atau mobil hingga lima tahun, demikianlah yang digunakan berkebun emas. Misalkan anda ingin punya emas sepuluh kilogram lima tahun lagi, dengan kalkulasi tertentu anda membayar sejumlah uang tiap bulannya hingga lima tahun ke depan.

Berbeda dengan tiga program sebelumnya, berkebun emas menggunakan prediksi harga lima tahun ke depan. Uangnya dari mana? Berkebun emas bekerjasama dengan bank tertentu untuk membantu anda membeli emas tadi. Jadi, sampai cicilan anda mencapai target seolah-olah emas tadi digadaikan ke bank.

Itu tadi beberapa perbandingan program investasi emas yang ada saat ini. Tulisan ini hanya pengalaman pribadi penulis. Tidak ada niat tertentu untuk melebihkan atau mendiskreditkan salah satu program investasi.

Jadi, mana yang anda pilih?

Categories: Dinar dan Dirham Tags: , ,
  1. No comments yet.
  1. May 12, 2011 at 8:03 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: