Home > Motivasi Bisnis > Pidato Larry Ellison tentang Wirausaha

Pidato Larry Ellison tentang Wirausaha

Pengusaha merupakan profesi yang saat ini menjadi primadona. Dan mungkin akan terus berlanjut karena entrepreneur adalah naluri alamiah manusia. Naluri untuk bertahan hidup, merdeka, terlepas dari belenggu, dan naluri untuk berbagi dengan sesama. Bahkan politikus pun tidak jauh dari peran pengusaha. Silakan cari nama partai apa yang tidak melibatkan pengusaha.

Pengusaha dikonotasikan dengan sebuah prestise . Kemapanan dan kebebasan untuk bertindak dalam segala hal. Kelihatannya enak. benar memang. Tapi untuk  itu hanya 1% yang kelihatan dibanding 99% yang tidak kelihatan (mengutip pernyataan Soichiro Honda). Itu adalah proses. Proses untuk menjadi seorang pengusaha sejati. Untuk mencapai itu semua bahkan mungkin diperlukan jerih payah yang bermandikan keringat, air mata, dan darah.

Larry Ellison merupakan satu contoh pengusaha sukses. Bahkan di masanya, pernah ia menjadi orang terkaya sejagat. Dalam satu kesempatan, ia diundang untuk memberikan ceramah wisuda kepada wisudawan baru Yale University, sebuah kampus ternama di negeri Paman Sam. Memang karena latar belakangnya yang jarang mengikuti aturan formal, lantas ia memberikan pidato yang membuat semua wisudawan itu geregetan. Sang rektor pun mungkin merasa bersalah kenapa mengundang Larry Ellison, berikut adalah pidatonya:

Lulusan Yale university, saya minta maaf bila anda telah mengalami prolog seperti ini sebelumnya, namun saya ingin anda melakukan sesuatu untuk diri anda sendiri. Tolong lihatlah sekeliling anda dengan baik. Lihatlah teman di sebelah kiri anda. Lihatlah teman di sebelah kanan anda. Sekarang pikirkan ini: 5 tahun dari sekarang, 10 tahun dari sekarang, bahkan 30 tahun dari sekarang, kemungkinannya adalah orang di sebelah kiri anda akan menjadi pecundang. Teman di sebelah kanan anda juga akan jadi pecundang. Dan anda di tengah? Apa yang anda harapkan? Pecundang, pecundang, dan cumlaude pecundang.

Nyatanya, ketika saya melihat ke hadapan saya sekarang, saya tidak melihat seribu harapan untuk masa depan yang cerah. Saya tidak melihat pemimpin masa depan dalam seribu industri. Saya melihat seribu pecundang. Anda kesal? Itu bisa dimengerti.

Bagaimanapun, bagaimana saya Lawrence Lerry Ellison, seorang yang drop out (DO) dari kampus, memiliki keberanian untuk mengatakan omong kosong ini pada lulusan salah satu institusi paling bergengsi bangsa ini? Akan saya katakan sebabnya. Karena saya Lawrence Lerry Ellison, orrang terkaya di planet ini adalah seorang drop out kuliah dan anda tidak.

Karena Bill Gates, manusia terkaya di planet -saat ini- adalah juga drop out kuliah, dan anda tidak. Karena Paul Allen, orang ketiga terkaya di planet ini, keluar kampus, dan anda tidak. Dan berikutnya, karena Michael Dell, no.9 dari daftar dan bergerak cepat, adalah drop out kampus, dan sekali lagi anda tidak.

Hmmmmm… Anda sangat kesal?itu bisa dimengerti. Jadi biarkan saya mengelus ego anda dengan menunjukkan dengan jujur bahwa diploma anda tidak diperoleh dengan percuma. Kebanyakan dari anda, saya percaya, telah menghabiskan empat sampai lima tahn di sini. Dan dalam banyak hal apa yang anda telah pelajari dan alami akan berguna bagi anda di tahun mendatang. Anda telah membuat kebiasaan kerja yang baik. Anda telah membuat jaringan orang yang akan membantu anda di jalan. Dan anda telah membuat apa yang akan menjadi hubungan seumur hidup dengan kata ‘tetapi’. Semuanya itu, tentu saja baik. Karena sebenarnya anda akan membutuhkan jaringan itu. Anda akan membutuhkan kebiasaan kerja yang kuat itu. Anda akan membutuhkan terapi.

Anda akan membutuhkan mereka karena anda tidak drop out, dan anda tidak akan pernah berada di antara orang terkaya di dunia. Oh pasti, anda bisa, mungkin mendaki jalan jalan anda ke atas ke no.10 atau 11 seperti Steve Ballmer. Tapi kemudian, saya tidak perlu mengatakan kepada siapa ia bekerja bhkan? Dan, ia drop out dari sekolah persiapan. Agak ketinggalan berkembang.

Akhirnya, saya menyadari banyak dari anda. Saya harap kebanyakan dari anda bertanya-tanya, “apakah ada yang bisa kulakukan? Apakah ada harapan untukku?” Tidak ada! Terlambat sudah. Anda telah menyerap terlalu banyak, pikiran anda tahu terlalu banyak. Anda tidak 19 tahun lagi. Anda memiliki topi yang terbentuk dan saya tidak merujuk pada papan mortar di kepala anda.

Hmmm…anda sangat kesal? Itu bisa dimengerti. Jadi mungkin ini waktunya untuk membawa garis perak. Bukan untuk anda, kelas 2000. Anda sudah dihapuskan, jadi akan saya biarkan anda mencari pekerjaan yang mengibakan, yang cek gaji anda ditandatangani oleh teman sekolah anda yang drop out dua tahun lalu.

Sebaliknya, saya ingin memberi harapan bagi semua yang masih sekolah di sini sekarang. Saya katakan kepada anda, saya tidak bisa menekankan ini. Pergilah. Kemasi barang-barang dan idemu dan jangan kembali. Drop out dan mulailah.

Karena saya katakan topi dan jubah akan menurunkan anda seperti petugas keamanan ini menarik saya turun dari panggung menurunkan saya……

(pidato dihentikan)

  1. ima
    January 6, 2013 at 4:55 am

    so ,.great……..

  1. May 12, 2011 at 8:04 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: